Jumat, 19 Juli 2013

Julukan Kota Hantu Sawahlunto Saat Ini Menjadi Kota Tambang Wisata Sumbar

Kota wisata Sawahlunto merupakan salah satu kota menarik di Indonesia yang bisa ditiru perubahannya menjadi Sumatra Barat. Karena dahulu kota ini memperoleh sebutan sebagai Kota Hantu.

Kota wisata Sawahlunto merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Sumatera Barat. Kota ini berada 95 km sebelah timur laut Kota Padang serta memiliki tiga kabupaten, yakni Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, serta Kabupaten Sijunjung.  

Dahulu Sawahlunto populer sebagai kota pertambangan batu bara. Tetapi ketika industri pertambangan telah habis, kota inipun hampir tak berpenghuni.


"Ketika itu tingkat perekonomian kami begitu minim sebab itulah Sawahlunto dijuluki Kota Hantu," ujar Amran Nur, selaku Walikota Sawahlunto, dalam jumpa pers di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Perlahan namun pasti Pemerintah Kota wisata Sawahlunto tidak berpangku tangan dan mulai membenahi infrastruktur kota. "Kami membenahi rumah-rumah warga juga rumah-rumah bekas tambang, serta membangun banyak pertunjukkan wisata," ungkap Amran.  

Sawahlunto saat ini terkenal dengan sebutan kota wisata tambang. Reruntuhan industri pertambangan yang jaman dahulu menjadi urat nadi kota inipun disulap menjadi objek wisata tambang. 

Objek wisata tambang yang bisa Anda saksikan di Sawahlunto di antara Lubang Tambang Mbah Soero, Kereta pengangkut batu bara, Museum Goedang Ransoem, serta banyak lagi tempat wisata. 

Sawahlunto juga meningkatkan akomodasi homestay dengan menguatkan rumah-rumah para warganya. Dengan ini, para wisatawan yang berkunjung bisa memahami budaya lokal dan berperan serta menjalin hubungan emosional dengan masyarakat Sawahlunto. 

"Selain tentunya juga memperoleh manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal," ungkap Amran.  

Sawahlunto juga mendemontrasikan bahwa dengan pariwisata, jenjang kemiskinan dapat dituntaskan. Pada 2003 lalu, tingkat kemiskinan di Sawahlunto hingga 20 persen, tetapi sekarang ini dapat ditekan hingga hanya mencapai 2,4 persen. 

"Jumlah  ini adalah tingkat kemiskinan terkecil di Indonesia setelah Denpasar, Bali, yang juga merupakan kota wisata," ungkap Amran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar